Buku Supernova dan korelasi kehidupan yang di imajinasikan

Membaca kisah akhir perjalanan supernova yang merupakan salah satu serial buku terlaris yang ada di Indonesia, sebenarnya mengantarkan kita pada miniatur kehidupan kita dengan orang-orang yang berada disekeliling kita sepanjang kita hidup. Bagaimana tidak, banyak sekali kejutan yang terjadi dalam Buku Intelegensi Embun Pagi yang didaulat sebagai pamungkas perjalanan novel tersebut dalam 15 tahun ini.

Supernova_All

Perjalanan kisah supernova secara pribadi menganggapnya adalah sebuah miniatur kehidupan kompleks yang kita jalani, dalam hidup juga kita mengenal sosok malaikat yang selalu ada dan siap membantu, teman seperjalanan yang mengasyikan sampai pada musuh-musuh yang membuntuti dalam detak kesuksesan yang kita jalani, tidak lebih dari itu.

Semisal, Dee Lestari membuat karakter inflitrant secara alami layaknya perjalanan hidup kisah manusia, seperti Bodhi mengenal Guru Liong yang membesarkannya sejak ditemukan dibawah pohon, atau bagaimana Mang Kus mengajarkan si Zahra memotret yang nantinya berguna bagi hidupnya dimasa mendatang. Bahkan Kell yang mengajarkan Bodhi seni tato hanya muncul sejenak untuk itu setelah itu hilang dan muncul kembali dengan sehat setelah mati kena ranjau bahkan sudah dikremasi.

Seperti itu pula bagaimana Togu Urat-urat yang menjadi tetua dikampung ternyata hidupnya ditugaskan untuk membunuh Alfa, menjadi Sarvara. Seperti itu pula sosok Bu Sati yang mengajarkan tentang mengendalikan kemampuan Petir dan menjadi sosok baik bagi Elektra dan ternyata diakhir dia hanyalah sosok yang mengantarkan Sarvara yang lebih kuat untuk hadir, Begitu pula dengan sosok Isthar, muncul disisi lain untuk menggoda Bodhi sedangkan di sisi lain mencintai Alfa dan untuk menjalankan tujuannya mereka menghilangkan tujuan orang lain untuk hidup.

Begitupula dengan Paul Daly, yang membawa keluar Zahra dari rimba kalimantan untuk mengasi rejeki di London serta aktif pula untuk membantu pencarian ayahnya, bahkan diantarkannya pula Zahra jalan untuk bertemu dengan Simon Hardiman yang ternyata Sarvara dan sudah diketahui oleh Paul tapi tetap diarahkan. serumit itu.

Sejatinya karakter-karakter yang ada tersebut ada memang sesuai tujuan mereka dilahirkan dibumi, begitu pula kita hadir di dunia dengan tujuan yang sudah kita tetapkan bahkan sebelum kita lahir, sudah banyak kesepakatan dengan yang ada diatas akan tetapi ketika kita lahir kita lupa, maka butuh variabel-variabel untuk mengingatkan kita pada tujuan kita hadir di dunia. Dan orang-orang tersebut di istilahkan sebagai Ilfitrant, Umbra dan Sarvara oleh Mbak Dee yang daya imajinasinya luar biasa.

Hidup kita banyak dikelilingi oleh orang yang baik dan tidak sedikit pula yang jahat, itulah Inflitrant, Umbra dan Sarvara kita masing-masing yang bertemu untuk mengingatkan tujuan kita lahir di dunia.

Iklan


Kategori:book

Tag:, , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: