Sebuah Puzzle dalam Puzzle di Intelegensi Embun Pagi

Saya mungkin termasuk telat membaca kisah perjalanan novel supernova yang lahir sejak belasan tahun yang lalu, bahkan membacanya pun dimulai dari kisah seorang Alfa Sagala dalam Gelombang dan karena kompleksitas ceritanya diputuskanlah untuk membeli sisa kisah yang lain minus tentang Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh yang hadir pertama kali, karena saya beranggapan sudah menonton filmnya secara langsung jadi tidak penasaran lagi, mulai Akar, Petir hingga Partikel tuntaslah dibaca dan sejak itu aku mencoba menebak alur sebenarnya perjalanan supernova ini termasuk akhir kisah yang katanya bakal muncul di Intelegensi Embun Pagi.

20160308_150044

Perjalanan mendapatkan Intelegensi Embun Pagi ini juga termasuk paling ribet, karena untuk orang yang stay di Lamongan dan gak punya Gramedia mendapatkannya cukup susah dan untung saja ada pembekalan di Batu Malang sabtu kemarin akhirnya ketika pulang bisa mampir untuk beli buku sebelum ke Arjosari, Ok Skip kita lanjut bahas bukunya.

Setelah baca bukunya dari semalam sampai baru selesai siang tadi jam 2, terus terang saya bingung dengan endingnya atau mungkin lebih tepatnya kurang puas karena disebabkan beberapa hal seperti terlalu beribet antara infiltran dan sarvara serta tokoh kesayangan saya si Gelombang Alfa Sagala yang meninggal, dan ada puzzle lain yang disisakan tentang Peretas Puncak yang ternyata belum dilahirkan dan harus lahir dari peretas gerbang dan peretas kunci.

Kalau saya boleh berkomentar, kisah supernova sebenarnya adalah kisah tentang dua gugus, yaitu gugus Kandara yang beranggotakan kesatria, putri, bintang jatuh, bulan, murai, Foniks dan Gugus Asko yang beranggotakan Gelombang, Akar, Petir, Partikel, Kabut dan Permata. melihat alur cerita di buku terakhirnya ini harus diakui ini buku yang belibetnya minta ampun, habis bahas si Bodhi pindah ke Gio, dari Gio pindah lagi ke Zarah, dan akhirnya bertemu, belum lagi Infiltran yang tidak terduga-duga muncul seperti si Kas juru foto yang ngajarin Zarah atau Liong hidup lagi dengan sosok yang lebih muda. walaupun diawalnya rasa penasaran saya kejawab karena di akhir buku gelombang si Kell muncul lagi sementara dia sudah mati di buku Akar.

****

Bagi saya ini adalah kisah Puzzle dalam Puzzle, bagaimana Toni Foniks yang berkenalan dengan Re Kesatria, atau ternyata dia bersaudara dengan Bong Bulan, itu hanyalah puzzle-puzzle yang mengantarkan mereka pada kisah Gugus Kandara yang menentukan perjalanan kisah orang-orang sejenis mereka yang berada di Gugus Asko, dan kemungkinan si Diva Bintang Jatuh sengaja merusak gugus Kandara untuk mempercepat kemunculan gugus Asko,  karena amnesia orang-orang yang berada di gugus Kandara terlalu dalam sehingga harus dibangunkan dengan munculnya gugus yang lain.

Puzzle Permata yang disisakan di akhir buku ini juga menyimpan misteri, bagaimana dia akan hidup, juga tentang bagaimana si Murai Firas yang dikonversi menjadi sarvara di portal bukit jambul yang katanya akan keluar menjadi sarvara yang paling kuat dan ternyata sampai buku ini berakhir Firas tak lagi muncul, atau memang perjalanan Puzzle para Sarvara yang banyaknya sedemikian rupa hanyalah untuk memuaskan nafsu memiliki si Isthar terhadap Gelombang yang katanya punya ribuan kali kehidupan sebelumnya dan mereka telah berjanji untuk hidup bersama.

Kisah Supernova belumlah berakhir, layaknya JK Rowling yang menyimpan peluang untuk hidupnya kisah-kisah baru di Harry Potter entah itu sebelumnya atau sesudahnya, begitupula kisah ini, layaknya supernova yang meledak dan melahirkan gugusan yang bertebaran kisah ini mungkin akan seperti itu dan mungkin dengan nama lain tapi terus terang kisah ini banyak sekali menyisakan harapan untuk muncul kembali.

Apakah akan muncul kembali ? please mbak Dee jawab rasa penasaran saya.

Iklan


Kategori:book

Tag:, , , , , , ,

1 reply

  1. Salam kenal. Saya termasuk salah satu penggemar novel Supernova dan jd pembaca sejak dulu. Sy juga berpikiran sama dg njenengan, masih banyak pertanyaan yg bermunculan usai membaca Intelegensi Embun Pagi sampai halaman terakhir. Dan berharap ada buku lanjutannya. Hehehe
    Menarik waktu baca di Goodreads tentang ulasan2 buku IEP, apalagi ada reader yg berkomunikasi langsung dg Mbak Dee.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: