Belajar dari seorang Billu sang tukang cukur

Dalam hidup kita pasti mempunyai teman sejati, teman berbagi suka dan duka memang selalu mengiringi langkah kita, dia ada sebagai penyemangat dan sang dermawan dalam berbagai kesulitan. Apabila kita melihat salah satu teman kita dimasa kecil, kita pasti akan berteriak dan sesekali bercerita tentang kelucuannya ketika kita masih sama-sama, akan selalu otomatis begitu, entah bagaimana pertemanan dengan seorang yang sukses dan mentereng secara tidak langsung dianggap sebagai satu lambang kesuksesan.

billubarberstill5

Tapi tidak dengan seorang Billu seorang Tukang Cukur di sebuah desa terpencil yang mempunyai penghasilan pas-pasan bahkan kursi di tempat usaha cukurnya hanyalah kursi yang diambilnya dari rongsokan orang yang membuangnya itupun salah satu kakinya masih harus ditambah agar bisa tegak, Sahabat masa kecilnya sudah menjadi artis terkenal dan filmnya ada dimana-mana, dia melihatnya di TV tapi tidak berteriak seperti kita bahwa itu temannya dan hanya bercerita kepada anak-anak dan istrinya bahwa itu sahabatnya. Tapi namanya juga anak-anak mereka selalu mencari bahan untuk membanggakan keluarga atau orang tuanya dan cerita itu akhirnya mengalir dari mulut kemulut tapi tidak terlalu santer.

Suatu hari sahabat masa kecilnya itu ternyata mengadakan syuting film terbaru di desanya, ramailah semua orang di desa itu dengan kedatangan artis terkenal dan mereka menyambutnya di sisi jalan, meneriakan namanya, membeli baju bergambar wajahnya dan macam-macam lagi kegilaan yang menggelayuti para warga, termasuk cerita persahabatannya dengan sang bintang film ternama mulai menyeruak lagi dan semua orang secara drastis tiba-tiba baik kepadanya, barber shopnya ramai dikunjungi oleh pelanggan akan tetapi dia sendiri tidak mengakui secara langsung kalau bersahabat sejak kecil dengan bintang film tersebut.

Ketika dia dihujat oleh orang banyak pun dia hanya diam, dilaporkan ke polisi karena dituduh menipu orang dan membawa nama artis ternama pun diterimanya dan ikhlas dan tetap tidak berusaha untuk membuktikan kalau artis tersebut memang benar temannya, dia hanya diam. Bahkan ketika istri dan anak-anaknya mulai meragukannya pun dan bertanya kebenaran ceritanya selama ini dia hanya menjawab ” kalau memang benar, memang akan berpengaruh kepada kehidupan kita”

Rangkaian kisah tersebut ada di film ” Billu Barber” film lama yang dirilis tahun 2009 silam dan baru saya tonton hari ini, awalnya agak ragu memutar filmnya akan tetapi karena butuh hiburan akhirnya dilihat juga, dan memang pelajarannya banyak sekali yang dapat diambil. bayangkan apabila kita berada pada posisi dia, pasti kita akan gampang untuk meminta  tapi Billu dengan kerendahan hatinya walaupun berbuat banyak untuk kesuksesan temannya, dia tidak meminta apapun.

Malam ini, kita harus belajar dari seorang Billu bahwa kehidupan orang lain biarkanlah menjadi kehidupannya, sedangkan kita walaupun punya hubungan dengan kehidupannya tetaplah harus berusaha dengan kehidupan kita sendiri. Hidup janganlah menghitung apa yang kita beri, tapi apa yang telah kita lakukan biarkanlah dan jangan melihatnya kembali.

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: