Melawan LGBT, Dekati nalar jauhi paham agama

Perbincangan akhir-akhir ini tentang LGBT sepertinya sudah masuk obrolan warung kopi, beberapa kali ngopi di tempat yang berbeda, banyak didapati kenyataan bahwa banyak pro dan kontra tentang hal ini akan tetapi ada satu kesalahan kita dalam membahas LGBT itu sendiri, yaitu membahasnya dalam konteks agama. Ini kesalahan karena pelakunya dan negara yang melegalkannya kebanyakan bukanlah muslim.

Aksi-tolak-LGBT-di-surabaya

Sebagai muslim kita terjebak pada peristiwa Sodom dan Gomorah yang dilaknat Allah SWT karena banyak dari rakyatnya yang melakukan hubungan sesama jenis sebagai dasar menolak LGBT, pendekatan ini haruslah dirubah karena sesungguhnya perbuatan dosa tersebut tidaklah berbeda dengan dosa-dosa yang lain, yang pada intinya dilarang karena mempunyai efek negatif pada dirinya sendiri.

Semisal judi yang merupakan salah satu kegiatan sia-sia karena yang diuntungkan adalah bandarnya, menang sekali akan tetapi kalah berkali-kali dan sistem yang dibuat oleh bandar itupun secara matematis akan banyak menguntungkan bandar, atau semisal contoh lain adalah minuman keras kenapa tidak baik buat tubuh karena mengandung beberapa zat yang membuat kita kehilangan kesadaran dan dalam keadaan tidak sadar tersebut kita bisa melakukan hal-hal yang negatif,  proses penyadarannya haruslah dengan rasional karena apabila memakai pendekatan agama pasti akan menemui jalan yang terjal, bagaimana kita melarang dengan pendekatan agama sedangkan ada banyak yang ritual keagamaanya menggunakan wiski atau yang lain.

Menyangkut LGBT yang banyak disuarakan agar diakui karena menyangkut hak asasi manusia dapatlah kita sanggah dengan menggunakan nalar,  banyak yang menuntut legalitas LGBT adalah bukan tentang masalah seksualitas akan tetapi berdalih pada pada hak-hak sipil atau hukum perdata masing-masing orang dalam bernegara, dan setelah melakukan searching di google ditemukan beberapa alasan yang katanya alasan untuk melegalkan LGBT mari kita bahas satu persatu.

Kepemilikan property

Katanya dengan melegalkan LGBT, maka properti yang biasanya diakui hak milik suami dan istri katanya bisa dirubah menjadi suami dan suami (pasangan gay) serta istri dan istri (pasangan lesbian), dimana-mana keluarga itu ada suami dan istri, masak semuanya suami atau semuanya istri. lagian kalau mau tinggal bareng gak usah dilegalkan juga gak papa, mau beli rumah berdua juga bisa karena hal tersebut sudah diatur oleh negara ini, bisa dilihat pada Peraturan Pemerintah no. 24 tahun 1997 dimana berikut yang saya kutip dari sini :

Pasal 31 ayat (4) PP 24/1997 mengatur bahwa hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun kepunyaan bersama beberapa orang atau badan hukum diterbitkan satu sertifikat, yang diterimakan kepada salah satu pemegang hak bersama atas penunjukan tertulis para pemegang hak bersama yang lain. Ini berarti di dalam satu sertifikat bisa ada beberapa nama pemilik dari hak atas tanah tersebut. Dalam pasal tersebut tidak diberikan batasan berapa nama yang diperbolehkan sebagai pemilik dari hak atas tanah tersebut.

Lebih lanjut dalam Pasal 31 ayat (5) PP 24/1997, dikatakan bahwa hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun kepunyaan bersama dapat diterbitkan sertifikat sebanyak jumlah pemegang hak bersama untuk diberikan kepada tiap pemegang hak bersama yang bersangkutan, yang memuat nama serta besarnya bagian masing-masing dari hak bersama tersebut.

Jadi untuk alasan kepemilikan property, sebaiknya bisa didelete dari salah satu alasan kaum LGBT untuk melegalkannya di Indonesia karena hukum negara ini sudah mengatur dengan detil dan pasti di negara lain juga demikian.

Asuransi

Menurut kaum pembela LGBT pasangan sejenis tidak mendapatkan benefit dari asuransi pasangannya. Dengan legalisasi, hak mereka sama seperti pasangan heteroseksual. Pada keluarga heteroseksual, bila suami bekerja (formal) dan mendapat benefit asuransi dari perusahaan, biasanya istri dan anak-anak juga di cover. Hal yang sama juga akan berlaku bagi pasangan sejenis yang menikah.

Ini hal yang lebih ribet lagi, bagaimana menentukan kepala keluarga? dalam mengisi formulir asuransi saja itu akan ditemukan kesulitan. bagaimana menentukan suami dan istri apabila jenis kelaminnya sama? mana yang ditentukan sebagai tertanggung utama dan mana yang tertanggung bawaan? jenis kelaminnya sama.

Hak waris

Aktivis LGBT berpendapat, banyak orang yang hidup bersama dengan pasangannya, karena pasangan sejenis maka tidak memiliki anak sehingga pada saat salah satunya meninggal pasangannya tidak memiliki hak waris pada hartanya, dan bisa diambil alih oleh adik atau keponakan pasangannya yang meninggal tadi.

ini hal yang dibuat-buat juga deh, dimana-mana ahli waris bisa dari keluarganya sendiri atau bahkan bukan dari keluarganya, banyak orang kaya yang ketika meninggal tidak mewariskan apapun pada keluarganya bahkan di wariskan pada salah satu yayasan. kuncinya di akta warisnya apabila nama pasangannya ada dalam akta warisnya proses hukum apapun dapat ditempuh untuk memenangkannya. kecuali dalam hukum islam yang agama sudah mengatur penuh tanpa harus memakai akta waris, tapi masalahnya di agama islam melarang LGBT

Hak untuk mengadopsi anak

Katanya kaum LGBT mereka susah untuk mengadopsi anak, ya tinggal adopsi aja susah sih, toh banyak single yang juga mengadopsi anak, kalau mau diakui Suami dan Istri, lantas mana yang suami dan mana yang istri? menentukannya bagaimana? secara pengertian dasar pun suami adalah laki-laki dan istri adalah perempuan, bagaimana caranya menyebut suami adalah perempuan istri adalah perempuan untuk pasangan lesbian dan begitu juga untuk pasangan gay. bagaimana? mau sebut suami dan suami? ya dimana-mana keluarga itu suami dan istri bro…

Kesehatan mental

Pihak LGBT berpendapat bahwa mereka akan lebih nyaman apabila berkeluarga sesuai dengan orientasi seksualnya, sekarang kita tanya deh bagaimana perasaan pasangan Cowok normal melihat gay berciuman atau gak usah ciuman deh, pegangan tangan sesama cowok aja jijik ngelihatnya, lantas untuk membela kesehatan mental kalian yang masih bisa disembuhkan itu kami yang normal harus mengalah?

Coba deh lihat video ini biar kalian mikir dikit.

Tidak lagi mendapatkan diskriminasi

Ini yang katanya pasangan sejenis mendapatkan tekanan dari masyarakat, setelah lihat video yang diatas lantas kita bisa gitu gak risih dengan kelakuan gitu, walaupun cuma parodi aja, kelihatan banget gak cocok untuk dilakuin, banyak kok yang berteman dengan kaum LGBT gak mempermasalahkan tapi pliss deh jangan minta dilegalkan.

Kami tidak masalah dengan penyakit yang kalian semua derita, mau hidup ditengah masyarakat juga gak papa, tapi kalau minta dilegalkan jangan deh, toh akan biasa aja tanggapan masyarakat kalo cowok tinggal bareng cowok atau cewek tinggal bareng cewek mau sampe tua juga gak masalah, mau ngadopsi anak juga gak papa, asuransi sendiri-sendiri atau mau beli rumah bareng dengan hak yang sama? diatur kok sama peraturan negeri ini.

Kami tidak membenci LGBT tapi kami hanya minta jangan minta dilegalkan, alasannya? lihat hal-hal diatas ya.

Iklan


Kategori:life

Tag:, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: