Etika pemberitaan dan bersosial media di dunia maya

Pada titik ini banyak hal yang menunjukan kemubaziran reformasi media, euforia kebebasan yang didapat setelah runtuhnya orde baru sepertinya menemukan titik kulminasi yang berdampak pada moralitas dan berdampak pada etika media dalam pemberitaan ataupun komentar yang berseliweran secara bebas di dunia maya. hadirnya sosial media yang digunakan banyak orang untuk berekspresi juga menimbulkan efek lain yang bersumber pada mudahnya pembuatan akun anonim dan gampang sekali memberitakan berita bohong, berita pelintiran atau komentar yang tidak beretika di ranah media.

1843170kolasespeaker780x390

Lihat saja dari semua portal media maya mulai dari yang kecil sampai besar, beritanya hadir dengan judul bombastis yang secara langsung membius penonton tanpa harus membacanya, padahal apabila dibaca secara utuh artikel tersebut tidak lebih dari berita-berita ulangan dari judul yang lain dan ditarik dari sudut lain dengan headline lebih bombastis, atau lihat saja di kolom komentar pada berita apapun apalagi tentang tokoh tertentu pasti ada saja haters yang mengeluarkan kata-kata kasar. Gak percaya ? banyak fakta yang mendukung hal tersebut.

Masalah komentar yang tidak beretika bisa dilihat di artikel tentang Dedy Corbuzier  mengungkapkan haters yang berkomentar sangat kasar di akun instagram Chika Jessica, atau semisal lihat komentar yang ada diartikel tentang tokoh ini pasti akan merasa miris komentarnya sangat-sangat kasar sekali, itu yang ada di portal online aja, belum komentar-komentar gak beradab yang nyerang akun-akun twitter, dan setelah dicek eh akunnya gak jelas, fotonya gak ada serta jumlah followernya juga dikit, pasti sangat gak kompeten makanya berani berbicara dengan jujur dan bukan akun anonim.

f06cffb2c107ebfccaf1f431c1a6196c

Bagaimana dengan arti gambar diatas, penerjemahan reporter yang salah atau sudut mindset yang diarahkan untuk membuat judul yang bombastis, padahal apabila ada hasil rekaman pembicaraan pasti banyak kata-kata lain sebelum hal tersebut dan seringpula yang menjadi judul bukan inti dari percakapan bahkan hanya cuma secuil dari runtutan wawancara dan diklaim sebagai satu hasil berita yang valid.

Kita mungkin jadi bertanya-tanya, sebenarnya buat apa komentar asal di sosial media dan judul bombatis di headline surat kabar, untuk menarik perhatian atau terkait dengan rating yang ingin dicapai, padahal semua hal tersebut tidak akan berguna apabila tidak berfaedah, karena makna berita dan berkomentar adalah memberi arti pada suatu hal yang dianggap menarik sehingga dapat mempengaruhi mindset.

Budaya berpendapat itu baik apabila diimbangi oleh pengetahuan dan teknik komunikasi yang baik, mengungkapkan pendapat dengan kata-kata yang tidak umum/dibilang kasar oleh orang lain malah akan semakin menunjukan kelemahan pola berpikir dan kerendahan ilmu yang kita dalami, tidak ada untungnya sama sekali.

Menulis berita yang baik dan mempunyai tingkat validitas yang tinggi tidak akan merendahkan rating bahkan apabila dibaca oleh satu orang dan mengerti kualitasnya maka akan semakin banyak pembaca dan apabila argumen yang disampaikan dengan benar juga akan mempengaruhi pola pikir bermasyarakat, makanya media termasuk salah satu pokok penting pendidikan akan tetapi lebih sering digunakan untuk iklan dan kampanye.

Jika kita melihat wartawan luar negeri seperti dalam film spotlight yang diceritakan secara gamblang dalam artikel spotlight dan legalisasi kekuasaan, terlihat bahwa wartawan diluar negeri menampilkan berita dengan kadar penelusuran, analisis, fakta data dan wawancara secara terstruktur, sehingga wajar kemudian tulisan yang menceritakan kasus di gereja katolik itu memenangkan pulitzer price di tahun 2002, dan penghargaan tersebut merupakan salah satu penghargaan tertinggi dalam menilai tulisan seorang reporter atau media.

Mari kita lebih cerdas.

Iklan


Kategori:film, media

Tag:, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: