Spotlight dan legalisasi kejahatan

Kisah tentang satu kasus memang sangat menarik untuk dijadikan film, itulah mengapa film hukum, detektif menjadi salah satu favorite dalam list movie yang ada di laptop. Mulai dari film Erin Brockovich, Devil Advocate, sampai The Judge di tahun 2014 lalu adalah beberapa diantaranya, dan akhirnya tambah lagi daftarnya semalam ketika melihat Spotilight.

tumblr_inline_nz9lpfNFJp1siz948_540

Spotlight bercerita tentang salah satu divisi di koran ternama di Amerika Serikat, The Globe yang berada di Boston, divisi ini adalah tempatnya orang yang mengabarkan liputan tentang satu kasus secara mendetail dan merupakan hasil investigasi mendalam. Reporternya berbasis data-data, saksi mata, pengujian bukti sampai pada persetujuan validitas yang dikeluarkan oleh objek yang menjadi target.

Kasus ini bermula ketika pimpinan baru The Globe, merasa perlu untuk mengulik kebenaran tentang kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh pendeta Katolik terhadapa beberapa anak, yang kemudian ternyata ditemukan fakta bahwa dikota Boston itu sendiri mempunyai 90 pendeta yang dicurigai mempunyai kasus pelecehan seksual, diketahui oleh pihak gereja akan tetapi dibiarkan dan hanya dipindahkan dari satu daerah ke daerah lain.

Yang mencengangkan adalah, baik itu institusi hukum mulai dari dari pengacara, jaksa, pengadilan sampai hakim mengetahui tentang kasus tersebut akan tetapi ditutup rapat karena kekuatan sebuah gereja katolik, dan dampaknya memang besar sekali, The Globe saja di tahun 2002 memberitakan 600 kisah tentang pelecehan seksual ini, wajar saja kemudian berita tersebut akhirnya memenangkan pulitzer.

****

Sangat mengerikan sekali melihat dampak didiamkannya sebuah kejahatan, entah dengan alasan apapun akan tetapi pembiaran tidaklah dapat dibenarkan, bahkan hal tersebut pun dilakukan oleh para penegak hukum yang notabene paham tentang kasus hukum, dimana pengacara yang membela tersangka bersembunyi dibalik undang-undang kekhususan pengacara dan tersangka, jaksa dan pengadilan berlindung pada institusi yang menaunginya, serta institusi yang menyembunyikan kasus anggotanya demi “bersihnya” lembaga di mata masyarakat.

Mungkin ada yang pernah mendengar bahwa pejabat x dijadikan ATM oleh jaksa x, polisi x karena punya kasus di lembaga yang dipimpinnya, sudah menjadi rahasia yang sangat umum memang, dan melihat film ini akan dapat kita berkaca bahwa sebuah kasus pelecehan seksual yang diketahui oleh institusi, dilindungi bahkan dianggap tidak melakukan kejahatan apa-apa dampaknya besar sekali Katedral bahkan Vatikan ternyata punya andil yang besar dalam terjadinya kejahatan, dimananya? PEMBIARANNYA !!

Bayangkan dengan kasus suap, korupsi yang terjadi di pemerintahan Indonesia, patut diduga banyak sekali kasus-kasus tersembunyi yang kita tidak ketahui dan juga tidak diungkap oleh aparat hukum demi pundi-pundi mereka sendiri, dan institusi pun tidak ingin nama baiknya tercoreng yang akhirnya proses “damai” pun yang terjadi.

Keberanian media untuk mengungkap juga perlu dipertanyakan, The Globe sangat berani bahkan loby dari beberapa pihak untuk mendiamkannya pun tidak digubris, bagaimana dengan media Indonesia, apakah berani mengungkap hal tersebut? sepertinya masih harus dibangun mentalnya lagi, karena diakui atau tidak wartawan banyak yang punya jatah pada beberapa proyek pemerintah mulai dari PL sampai lelang dan hal tersebut ternyata sudah turun temurun.

Melihat film tersebut dan membandingkan fakta-fakta yang ada disekeliling kita, jadi semakin miris karena banyak  kejahatan yang dibiarkan oleh aparat hukum, entah itu korupsi atau juga tentang berita para koruptor yang kaya bisa mendapatkan ruangan yang khusus di lapas dan tidak seperti dipenjara, mungkin jaringan ini sudah lebih mapan dan mengalahkan pejabat-pejabat jujur yang terjebak dan akhirnya terjerembab masuk ke dalam pusaran.

Jadi ingat pesan dari manusia pertama yang memeluk Islam setelah Nabi Muhamad SAW

Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir”

(Ali bin Abu Thalib r.a.)

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: