Menguak sisi baik dan jahat manusia di Film Badlapur

Setelah melihat daftar film yang ada, kemarin akhirnya saya kembali memilih Film India untuk ditonton, saya gak mengerti sebenarnya ini film bercerita tentang apaan dan ketika baru mulai laaah bintangnya itu si Varun Dhawan, setahu saya di beberapa film sekilas yang saya lihat dia mainnya sok asyik dengan gaya-gaya dan terlalu ekspresif yang tidak cocok itulah dia makanya walaupun di beberapa media film banyak yang membahas film Sharukh Khan Dilwale yang rilis Desember kemarin, ketika lihat adegan awalnya saya langsung close karena penampilan ekspresif gak jelas si Varun Dhawan ini, tapi di film ini berbeda.

maxresdefault

Kenapa berbeda? karena si Varun Dhawan yang memerankan tokoh Raghu ini memainkan perannya dengan gaya yang cool, diam dan bagi saya penampilannya yang terbaik karena menjadi pembunuh berdarah dingin sekaligus orang yang bercitra baik sekaligus.

Film ini bercerita tentang Sosok dua manusia yang berbeda 180 derajat, Raghu adalah sosok yang baik dan sangat dicintai oleh rekan-rekan dan keluarganya, serta Laik yaitu orang yang dibenci oleh masyarakat tapi dicintai oleh seorang pelacur yang ingin ditebus olehnya, dan untuk hal tersebut akhirnya Laik merampok bank bersama temannya dan membajak mobil yang parkir didepan bank yang didalamnya ada istri dan anak Raghu, yang akhirnya membawa istri dan anak Raghu dibunuh oleh Laik dan dia bersedia masuk penjara setelah menyelamatkan temannya yang membawa uang hasil rampokan terlebih dahulu.

Film ini membawa kita pada satu posisi yang ingin membenarkan balas dendam seorang Raghu kepada Laik dan temannya akan tetapi secara manusiawi kita tidak bisa karena sebuah kejahatan tidak bisa dibalas dengan kejahatan, begitu juga dengan sosok Laik kita ingin menyalahkan dia karena merampok bank, membunuh istri Raghu dan anaknya akan tetapi disisi lain dia punya niat yang baik untuk membahagiakan ibunya dan kekasihnya. bahkan diakhir kisah kekasih Laik yang sudah menjadi simpanan orang kaya pun tetap mencintai Laik sebagai manusia baik yang dikenalnya.

***

Secara sinematografi film ini sangat baik dan layak untuk ditonton serta diacungkan jempol, pengambilan gambar yang sangat baik dan digabungkan dengan ide cerita serta pemain-pemain yang sangat cocok mengambil perannya menjadi satu kesatuan cerita film lengkap.

Bagi saya ini luar biasa karena didalam diri manusia punya sifat jahat dan sifat baik, melihat sosok Raghu orang yang berhasil dalam karirnya disayangi oleh teman dan keluarganya akan tetapi ketika dia ditimpa oleh masalah yang sangat mengguncang jiwanya hal yang dipilihnya adalah berbuat jahat pada pembunuh anak dan istrinya, ini menguak ruang rahasia di hati masing-masing manusia.

Begitu juga dengan orang Jahat seperti Laik, dia pasti punya sisi-sisi baik dalam dirinya, sehingga ada orang yang mencintainya dengan tulus dan ketika melihat Raghu berhasil membunuh partner merampoknya dan membawa uang jatah curiannya.  Dia yang baru keluar dari penjara seminggu yang lalu tiba-tiba datang ke kantor polisi dan mengaku bahwa dia adalah pembunuh temannya sementara polisi sudah menemukan bukti-bukti kalau pembunuhnya adalah Raghu.

Ruang kesadaran orang baik dan orang jahat itu kadang sama, ketika ditempa satu masalah dan itu kadang menunjukan bagaimana dia, dan apa yang dilakukan Laik dengan mengaku sebagai pembunuh temannya padahal dia tidak melakukannya adalah titik balik kebaikannya bahwa Raghu melakukan hal tersebut sebagai manifestasi apa yang dilakukannya setelah bertahun-tahun. dia menghirup kesempatan keduanya menjadi orang baik serta memberikan Raghu kesempatan menjadi orang baik kembali.

Hidup memang membawa kita ke konsep penyadaran diri entah bagaimana jalannya dan bagaimana kita menyikapinya.

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: