Taare Zamen Par, kenali keistimewaan anak

“Ada permata yang berada di sekumpulan kita, yang melihat dunia dengan cara-cara yang unik, mereka dilecehkan tetapi bangkit sebagai pemenang”

Saya senang sekali melihat film ini, sosok Amir Khan yang kembali dengan film bertema tentang pendidikan memanglah sangat mengena dan menyindir hampir semua denyut nadi perasaan kita tentang bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang berada di sekitar kita tapi berbeda dengan orang kebanyakan yang sering kita lihat, teringat lagi dengan kasus beberapa waktu yang lalu bagaimana seorang guru matematika di Semarang menyalahkan muridnya tentang 6 x 4 dan 4 x 6, sepertinya guru itu harus move on dan nonton film ini sebagai sebuah pelajaran bermakna.

7b2102a7-3de1-4336-ae8a-269624392ce6

Sumber : Google Images

Film ini bercerita tentang seorang anak bernama Ishaan yang dilahirkan dengan kekurangan Dyseleksia akan tetapi tidak diketahui oleh orang tuanya. Yang menyekolahkan dia dengan sekolah biasa dan hasilnya memang buruk, ketinggalan kelas dan nilainya merah semua. Akhirnya karena kesal orang tuanya menyekolahkannya di sekolah Asrama yang penuh dengan disiplin, disini pun kejadiannya sama bahkan hasilnya lebih parah. Sosok Ishaan yang bandel ketika di rumahnya pun mendadak menjadi depresi dengan semua kejadian yang menimpanya. Merasa dibuang oleh orang tuanya, dibenci gurunya dan merasa tidak bisa segala hal. Akhirnya menjadi anak yang sangat pendiam dan hanya mau berteman dengan temannya yang pincang bernama Rajaan, anak pintar yang selalu menyemangatinya.

Akhirnya Datanglah sosok Seorang Ram Nimbukh yang diperankan oleh Amir Khan, sosok guru seni yang membawa keceriaan dan selalu mengutamakan proses pembelajaran dan bukan hanya nilai akhir, sifat ini sama dengan sifatnya dia sebagai Rancho di film bombastis 3 Idiot, di film ini pun dia mengajar kesenian dan selalu mengajak anak-anak didiknya menari, bermain musik, melukis dan merubah alur pelajaran kesenian dengan membebaskan muridnya berkreasi apa saja. Dan Ram juga mempunyai kelainan yang sama ketika kecil dengan yang saat itu dialami Ishaan sehingga mampu merasakan apa yang dirasakan Ishaan dan memutuskan untuk membantunya membaca, menulis, berhitung hingga akhirnya Ishaan menemukan kemampuan utamanya yaitu melukis dan bisa  menerima pelajaran lain seperti anak-anak yang lain.

Pesan Moralnya dalam memang, bahwa setiap anak yang dilahirkan di dunia membawa mimpinya masing-masing. Dilahirkan dengan cara mukjizat dari Tuhan entah bagaimana pun bentuknya yang maha kuasa selalu mempunyai rencana indah dari semua hal yang di tetapkannya. Bagaimana Thomas Alva Edison yang dibilang dungu oleh gurunya ternyata mampu membuat dunia kita terang benderang sampai sekarang. Albert Einsten yang mempunyai kelemahan akhirnya menjadi fisikawan nomor 1 di dunia. Bahkan yang lebih nyata bagaimana Larry Page yang bisa membuat Google dengan bermula dari sepetak garasi menjadi perusahaan internasional seperti saat ini. Atau juga bagaimana seorang Drop Out seperti Mark Zuckerberg mampu membuat situs yang saat ini mampu membius jutaan pemakai dunia internet dan mobile. Yang paling penting dari itu semua mereka berhasil mewujudkan mimpi-mimpi mereka ditengah kecaman bahwa mereka berbeda dengan orang lain.

Film ini sangat baik untuk ditonton oleh siapa saja, sangat kental dengan nilai-nilai pendidikan dan menyindir semua guru dan orang tua kejam di dunia, bahwa semua anak dilahirkan dengan potensi yang berbeda dan dengan cara yang berbeda, ketika mereka dituntut untuk memberikan yang terbaik tapi sesuai dengan versi orang lain itulah hal-hal yang kadang kita lupakan. Bagaimana guru memperlakukan setiap muridnya sama tanpa memakai cara yang berbeda dalam menangani satu murid yang berkebutuhan khusus, atau bagaimana semua orang tua menjustifikasi semua anak yang berbeda dengan orang yang rajin dan pintar adalah malas atau bodoh…

Mungkin memang benar, kita sudah harus mulai memikirkan dunia kita dilihat oleh ratusan anak adalah ratusan cara pandang pula.

“Dunia adalah tentang apa yang kita buat didalamnya, Dunia masing-masing individu itu berbeda” 

 

Iklan


Kategori:film

Tag:, ,

1 reply

Trackbacks

  1. Dangal, Aamir Khan dan Film India syarat makna #Reviewfilm – Komentarin.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: